Takut Pulang

Takut.

Aku takut

untuk pulang.

Aku takut

mereka benar.

Bahwa ibuku

dan teman-temannya

semua berceramah

dalam dusta.

Dengan kesombongan,

Tanpa mendengar.

Aku takut

mereka sudah

mencium baunya aku

yang tak berparas

indah

hanya punya

lidah

yang berlapis

ludah.

Aku ragu,

apa ayah

sedang menegurku,

aku

yang mengalih jalan

jadi miring diagonal.

Aku

percayakan diriku

bahwa mereka tak

sekejam itu.

Kata mereka.

Aku

mengejang.

Aku

takut pulang.

Kini aku

pulang

tanpa sayang.

(Ayah, ibu, kalau kalian mau mendengar, durhaka pun aku tak pernah. Hanya salah paham. Dan mungkin ini paranoidku).

 

*Bukan mengenai orangtua sesungguhnya

Advertisements

There are no comments on this post.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: